Simonsen91knight's website

Our website

21
Se
Panduan Analisa Prediksi di Dalam Pertandingan Sepak Bola
21.09.2017 02:01


Ketika menyaksikan pertentangan sepakbola pada layar paras kita acap disajikan aksi tebak skor yang dijalani para spesialis. Walau merampok, saya bukan percaya tumbuk skor ialah sesuatu yang seharusnya dilakukan.

Kalau setimpal untuk fun and games bolehlah, akan tetapi tentu gak perlu dianggap serius sebab tidak ada kecil logika yang cukup untuk menebak skor akhir satu buah pertandingan.

Eksentrik dengan mereka siapa menjulang yang akan menang -- atau bahwa pertandingan mau berakhir secara seri. Menebak seperti itu natural saja dijalani, walau di dalam akhirnya bola itu melingkar sehingga pemenang pun kerap kali lengah diprediksi. Apa sebab? Karena tersedia tata caranya. Ada logikanya. Ada "di atas kertasnya".

Melalui tulisan ini abdi akan kirimkan beberapa tips membuat prediksi yang langsung. Bukan menandakan saya saja benar di memprediksi 1 buah pertandingan. Pasti lah tidak, walaupun dengan lumayan berbangga (sediiiikit saja) aku memiliki rekor kebenaran perkiraan yang pas tinggi: pukul rata 3 atas 4 perkiraan saya pantas kenyataan.

Dua bulan sebelum terjadi, abdi memprediksi dengan terjadi All German final di Liga Champions. Pada final, termasuk di depan beribu-ribu warga Surabaya yang tumpah sebuah kalender nonton bareng, saya menjangka Bayern Munich akan menggulung Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2-1, dan Arjen Robben serupa penentu kelebihan. Sebelum ini saya pun meyakini jika Atletico Madrid akan menjuarai Copa Del Rey. Buncit, saya mengempik Belanda akan mengalahkan Nusantara dengan skor 3-0.

Yang ingin aku tekankan di sini adalah; dugaan bisa benar bisa salah, tapi yang penting sebuah prediksi mutlak harus punya dasar logika atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, 1 buah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, satu keberuntungan semata.

Dengan analisa yang sahih maka faktor keberuntungan makin kecil. Siapa pemenangnya tetap sekadar tidak mampu diprediksi secara 100%, apalagi prediksi mengenai skor akhir. Akan tetapi, presentase kemungkinan ketelitian prediksi merabung tajam.

Beta ajak Dikau untuk menelaah beberapa prediksi terakhir saya guna menguraikan beberapa prinsip penting yang saya serius akan bernilai bagi Anda saat menguji memprediksi sayembara.

Di antara perkiraan yang beta sebut di atas, kesaksamaan soal Atletico saya akui beruntung [karena sepakan Real Madrid berkali-kali menyerempet mistar tiang Atletico]. Walaupun demikian ada logika pada belakang prediksi tersebut: Atletico juara walaupun Real Madrid jauh lebih berkualitas. Tumpuan masa mengutuskan ketidakrukunan pemain Madrid beserta pelatihnya, Jose Mourinho, & bahkan ketidakrukunan di antara tokoh sendiri.

Daripada media aneh saya menerima kabar bahwa Ronaldo serta Mourinho pula tidak sesuai (berita hal hal ini baru keluar di Nusantara beberapa saat lalu). Serupa pelatih saya paham sahih arti kesyahduan tim dalam dan di luar vak dan dampaknya bagi performa tim. Sesuatu ini ditambah faktor Falcao yang padahal on fire, yang membuat saya degil memilih Atletico sebagai pemenang.

Tips antisipasi 1: Pertimbangkan suasana di dalam tim, terutama saat sebuah turnamen berlaku di mana pemain kudu terus simpatik tanpa dapat menghindari rekan-rekannya.

Tip perkiraan 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Saat turnamen berlangsung ataupun saat pertentangan cup, kemonceran striker begitu menentukan. Saat pertandingan perhubungan kualitas kali panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta segenap elemen menjimbit lainnya. Ketika laga cup/turnamen kemonceran striker lebih mengukuhkanmenjadikan, walau keuletan keseluruhan menjimbit juga mesti dipertimbangkan.

Saat memprediksi kontrol Belanda 3-0 atas Indonesia saya mengikuti hati nurani. Berdasar pada subjektif saya membela Indonesia tentunya. Akan tetapi, saat menggunakan kacamata bernama objektivitas, aku semua pasti setuju bahwa Belanda suntuk di kepada Indonesia. Lalu mengapa tidak memprediksi skor akhir yang lebih transparan? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat berbeda dengan Indonesia hendak bermain maksimum gairah, oleh karena itu akan dapat mereduksi pertikaian kualitas. Menjadi, skor tipis atau luas bisa selalu diprediksi secara sound logic -- tapi kebenaran skor akhir yang spesifik, yaitu 3-0, ialah keberuntungan semata.

Tips prediksi 3: Hindari membela satu buah tim tatkala membuat prediksi. Kita boleh selalu berharap tim mahkota kita unggul, tapi ketika membuat perkiraan tentu logika harus diutamakan di atas fanatisme kukuh.

Saya tersenyum saat menduga di satu media peluang tentang persamaan-persamaan final Perkongsian Champions tahun ini dengan tahun 1997 saat Dortmund menjadi juara terakhir bengawan. Banyak pembaca saya serius terpancing untuk memprediksi kelebihan Dortmund bertolak pada fakta-fakta itu. Mereka khlaf bahwa fakta-fakta tersebut memukau dan benar2 benar memilikinya, namun gak memiliki kolerasi apapun dengan pertandingan kesimpulan Liga Champions kali ini. Menghubung-hubungkan sebuah fakta dengan fakta yang lain merupakan salah satu contoh dari sekian banyak siasat fallacy of logic.

Tips prediksi 4: Jangan terperosok para wartawan yang seringkali mengungkapkan hal-hal yang karakternya sebatas entertainment (menarik), tapi dijual seakan akan gesit menjadi mintakat membuat 1 buah prediksi perbandingan.

Dalam vokal yang sama statistik pertandingan jurang Dortmund vs Bayern juga dimunculkan muncul bertahun-tahun ke belakang. Karena histori statistik Dortmund memang raya saat menggulung Bayern, banyak yang kemudian menilai BVB akan mampu mengalahkan Bayern di pucuk Eropa. Hal ini menyimpangan. Mengapa? Karena statistik zaman "Hindia Belanda" tidak ada hubungannya dengan masa kini. Statistik prolog musim pun tidak mampu dengan rambang menjadi tonggak. Perkembangan ke-2 tim semenjak pertemuan buncit perlu dipertimbangkan.

Tips antisipasi 5: Gunakan statistik terkini. Artinya, fokuskan perhatian Dikau pada statistik pertandingan jurang kedua menjulang yang paling dekat beserta saat ini. Kecuali itu pertimbangkan pula skor pertandingan (menang/seri/kalah) dan performa permainan (impresif/beruntung/naik-turun/dll. ) ke-2 tim secara keseluruhan (melawan siapa saja), untuk kurun waktu akhir-akhir ini selalu.

Karena dugaan saya sering saya munculkan di twitter (@coachtimo), tidak sedikit pihak memeras saya meneka berbagai festival lainnya. Paling banyak saya abaikan atau aku tolak dengan alasan tenang paham hal kekuatan ke-2 tim. Dalil saya tersebut senafas beserta tips bayangan berikut.

Tips prediksi 6: Jangan sok tahu. Hindari mencoba-coba membuat dugaan tanpa dilatar belakangi laporan dan warta yang cantik mengenai kru atau perkongsian tersebut. Pada waktu bukan pakarnya English Premiere League, misalnya, hindari memproduksi prediksi mengenai MU vs Chelsea. Kalian mustahil sebagai pakar tentang semua permufakatan yang terselip. Akui saja.

Tips prediksi 7: Aku juga bukan seharusnya meneroka setiap sayembara. Ada waktunya pertandingan benar sulit diprediksi. Analisa Anda deadlock. Prosentase kemenangan bagi kedua menjulang menurut Dikau 50-50. Jika sudah amat tahan muncul, hindari mendesak diri menciptakan prediksi. lihat disini Dengan demikian prosentase kejituan dugaan anda bakal meningkat.

Sedang banyak saran lainnya yang bisa dan patut dimanfaatkan dalam menghasilkan sebuah antisipasi yang terhormat. Karena keterbatasan tempat beta berhenti cukup di sini dulu.

Ingat: satu prediksi yang berkelas gak melulu ditentukan oleh kejujuran prediksi tersebut. Sebuah prediksi yang berkualitas, baik sahih maupun melenceng, seharusnya dinilai dari reason atau kualitas analisa yang ada pada belakangnya.

Comments


Make your free website at Beep.com
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!